Profil

A. Sejarah Perkembangan SMA Negeri 27 Bandung

sman27_1
logo sma negeri 27 Bandung

Sejak berdirinya pada tahun 2006 hingga sekarang SMA Negeri 27 Bandung telah dipimpin oleh 4 orang kepala sekolah, dimana awal berdirinya SMA Negeri 27 berada dilingkungan SMA Negeri 2 yang berada di Jalan Cihampelas Kecamatan Coblong. Sesuai dengan perkembangan dan kebijakan Pemerintah Daerah Kota Bandung di tahun ke 6 lokasi berpindah ke alamat yaitu Jalan Usman Bin Affan No. 1 Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage Bandung.

B. Profil SMA Negeri 27 Bandung

  1. Nama Sekolah                         :  SMA Negeri 27 Bandung
  2. Alamat                                       :  Jl. Raya Ustman Bin Affan No. 1
  3. Desa/ Kelurahan                    :  Rancanumpang
  4. Klasifikasi                                 :  Perkotaan
  5. Kecamatan                               :  Gegebage
  6. Kota                                             :  Bandung
  7. Propinsi                                     :  Jawa Barat
  8. Kode Pos                                   :  40295
  9. Telepon                                     :  022-7838362
  10. Sekolah Dibuka                       :  Tahun 2006
  11. Status Sekolah                         :  Negeri

13.  Keterangan SK                            :  Sekolah Baru

C. Moto

SMA Negeri 27 Bandung mempunyai moto SEKOLAH PENGEMBANGAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS RELIGIUS

D. Visi

Mewujudkan sekolah relegius, santun,  cerdas, dan mandiri

E. Misi

  1. Mewujudkan pendidikan yang mampu membangun insan Indonesia cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.
  2. Beprestasi baik akademik maupun non akademik
  3. Lingkungan sekolah yang membentuk kepribadian berkarakter kebangsaan
  4. Mengamalkan nilai-nilai religius
  5. memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif 
  6. Memiliki jati diri budaya daerah

Strategi

1. Terapkan Sistem Belajar Yang Berkualitas

Keberhasilah proses belajar berbanding lurus dengan tingkat daya serap berbagai ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah, semakin tinggi daya serap menghasilkan produk pendidikan semakin baik. Sekolah yang berkualitas memiliki peluang lebih tinggi untuk berhasil dibandingkan dengan sekolah yang kualitasnya lebih rendah.

2.  Mandiri Dalam Pembelajaran

Ilmu pengetahuan yang disampaikan di sekolah tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan untuk hidup di dunia realistis. Oleh sebab itu kemandirian belajar pada siswa harus dimiliki guna menyerap pengetahuan lain diluar sekolah untuk bekal hidup di masyarakat. Sekolah memfasilitasi berbagai kegiatan pengayaan wawasan siswa baik formal maupun non formal.

3.  Mengembangkan Kecerdasan Emosional

Siswa adalah manusia yang dibekali kecerdasan intelektual untuk menguasai ilmu dan teknologi, disisi lain mereka memiliki potensi emosional yang mutlak harus ditumbuhkembangkan mengiringi kecerdasan intelektualnya. Kecerdasan emisional mencakup kemampuan mengatur diri (self control) dan membangun hubugan dengan manusia serta alam tempat hidupnya. Makin cerdas emosi makin baik menata diri dan menjalin hubungan dengan orang lain, makin terbuka peluang mencapai kesuksesan hidup. Agar strategi ini berhasil, nilai nilai keteladanan berdasarkan prinsip prinsip universal yag berlaku di alam semesta ditampilkan dihadapan siswa yang sedang melaksanakan proses belajar.

4.  Kecerdasan Spiritual

Sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, manusia memiliki ketergantungan mutlak terhadap Tuhannya. Kemampuan menjalin hubungan  baik dan mesra dengan Tuhan, menghasilkan menghasilkan pribadi yang santun berbudi pekerti tinggi. Pembelajaran kecerdasan spiritual dilaksankkan dengan praktek keagamaan yang simultan, teratur, dan ikhlas. Strategi ini direfleksikan dengan aktifitas keagamaan.

5.  Pemanfaatan Waktu

Semua segi kehidupan terikat oleh pergerakan waktu yang berjalan cepat tanpa kompromi, siapapun yang pandai memanfaatkan waktu akan lebih berhasil mencapai kesuksesan hidup dibandingkan dengan yang melalaikannya. Pemanfaatan waktu diartikan sebagai mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang bernilai tinggi. Jam belajar diupayakan optimal dengan tetap mempertimbangkan ketersedian energi dan kekuatan berfikir peserta didik.

6.  Integrasi pendidikan budaya dan karakter kebangsaan dengan nilai nilai  kepramukaan

Tujuan Sekolah

1. Penyempurnaan dokumen KTSP

2.  Mempersiapkan tingkat kelulusan 100 %

3.  Meningkatkan kuantitas lulusan diterima di Perguruan Tinggi Negeri

4.  Proses pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi

5.  Berpresatis dalam berbagai olimpiade bidang studi, olah raga, seni dan religi dan ekstra kurikuler lainnya

6.  Guru memahami dan melaksanakan KTSP dengan benar dan menyeluruh

7.  Menambah sarana dan pra sarana yang belum ada

8.  Pemanfaatan internet untuk meningkatkan  proses pembelajaran

9.  Meningkatkan pengelolaan lingkungan sekolah agar lebih kondusif

10.  Meningkatkan peran komite sekolah sebagai mitra dalam pengembangan mutu pendidikan di SMAN 27 Bandung

 

HYMNE SMA Negeri 27 

C          F                      C

Butir embun pagi menyapa

Dm                 A                        D  G

Tegar bangun dan berdiri

C                      F

Ciptakan insan harapan bangsa

C                   G        C

Untuk mu Indonesia

F                    C

SMA dua puluh tujuh

Dm         G                C

SMA kami yang tercinta

F                    C

SMA dua puluh tujuh

Dm            G                      C

Berjaya di sepanjang masa

 

TATA TERTIB SMA NEGERI 27 BANDUNG

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan berkarakter diawali melalui habit atau kebiasaan-kebiasaan  positif yang ditanamkan di lingkungan sekitar peserta didik, salah satunya di lingkungan sekolah.  Untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif tersebut, maka diperlukan suatu perangkat yang dapat membangun dan mengembangkan kebiasaan tersebut, sehingga diharapkan akan membentuk karakter siswa yang  disiplin dan menaati peraturan yang diterapkan di sekolah. Perangkat dimaksud dijabarkan dalam seperangkat peraturan sekolah atau dikenal dengan Tata Tertib Sekolah.

Pembuatan tata tertib ini dibuat untuk melaksanakan amanah dari sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, yaitu membentuk karakter yang beriman dan bertaqwa, memiliki prilaku atau akhlak yang mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan hidup, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan negara. Selain itu, tata tertib ini dibuat, sebagai wadah untuk mewujudkan Visi sekolah, yaitu membentuk siswa yang memiliki karakter Religius, Santun, Cerdas dan Mandiri (RSCM).

Efektivitas penerapan Tata Tertib oleh peserta didik, tidak lepas dari contoh disiplin yang dilakukan oleh komponen sekolah, terutama yang bersentuhan langsung dengan peserta didik, yaitu guru sebagai pendidik, fasilitator, motivator sekaligus panutan bagi peserta didik. Penerapan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang berkepribadian, akan berdampak positif pada pembentukan karakter peserta didik.

Dalam upaya peningkatan kwalitas profesionalisme tersebut, diperlukan pula perangkat yang mengikat guru dalam melaksanakan tugasnya dimaksud, yaitu suatu disiplin atau peraturan yang secara eksplisit dituangkan dalam bentuk disiplin guru.

Adapun bentuk tata tertib siswa dan disiplin guru di SMA Negeri 27 Bandung, dirancang sebagai indikator terwujudnya Visi sekolah yang salah satunya visinya adalah pembentukan karaktek bangsa seperti yang tertuang dalam Sistem Pendidikan Nasional dan amanah UUD 45, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

I.        TATA TERTIB SISWA SMAN 27 BANDUNG

  1. Siswa masuk pukul 06.45 untuk sesi pagi dan pukul 12.30 untuk sesi siang dilanjutkan dengan membaca asmaul husna dan surat-surat pendek pilihan (juz 30) selama  + 10 menit.
  2. Siswa dikatakan terlambat apabila tiba di sekolah lewat dari pukul 06.45 menit untuk sesi pagi dan lewat dari 12.30 untuk sesi siang (setelah bel jam pertama berbunyi)
  3. Siswa yang terlambat boleh masuk kelas dengan izin tertulis dari guru piket
  4. Siswa yang terlambat diberi sangsi tidak masuk kelas selama satu jam pelajaran berlangsung dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru pembina disiplin. Siswa masuk kelas setelah ada izin tertulis dari guru piket/guru Pembina disiplin.

4.1.  Siswa terlambat tidak diperkenankan masuk kelas ketika kelas sedang berdo’a bersama atau membaca surat-surat pendek

4.2.   Siswa terlambat diperkenankan masuk kelas setelah kelas selesai membacakan doa dan surat-surat pendek

  1. Penggunaan PSAS yang telah disepakati adalah:
  • Sepatu berwarna hitam kanvas pendek, tali putih
  • Kaos kaki putih pendek sebetis (kaos kaki logo SMAN 27)
  • Seragam abu-abu putih untuk hari Senin-Selasa dan Rabu, seragam abu-abu batik untuk hari Kamis, Seragam abu-abu koko putih (putra) dan putih muslim untuk hari jumat dan Seragam Pramuka untuk hari Sabtu, ketentuan;
  1. untuk siswa putri rok panjang rempel sekeliling di pinggang, baju lengan pendek dan bagi yang berjilbab berlengan panjang dan menggunakan jilbab putih. Untuk seragam Pramuka jilbab warna coklat.
  2. untuk siswa putra celana panjang standar, baju lengan pendek
  • menggunakan ikat pinggang berlogo SMA 27 (logo bintang)
  • badge nama dan lokasi sekolah warna hitam putih dan menggunakan logo sekolah pada lengan baju kiri
  • menggunakan topi sekolah pada saat upacara
  • Rambut untuk siswa putra rapih, tidak melebihi kerah baju, sebatas telinga dan tidak melebihi alis mata. Untuk siswa putri, yang memiliki rambut panjang, rapih dan tidak mengganggu aktivitas proses pembelajaran.
  1. Dispensasi berlaku dengan ketentuan;
  • Atas nama sekolah, ada toleransi dari guru Mapel, dalam bentuk, siswa bisa mengikuti susulan atau diberi tugas untuk memenuhi ketuntasan belajar
  • Bukan atas nama sekolah, tetapi membawa nama pemerintah (kota, provinsi dan nasional), ketentuan sama dengan point a
  • Bukan atas nama sekolah dan pemerintah tetapi atas nama klub, ketentuan tersebut di atas berlaku apabila pihak club sudah ada MOU dengan pihak sekolah.

7. Siswa yang membawa kendaraan roda empat parkir di luar halaman sekolah. Apabila siswa membawa kendaraan   roda empat ke dalam halaman sekolah, akan diberikan teguran, lebih dari dua / tiga kali dipanggil orang tua.

Klasifikasi dan Sangsi Point Pelanggaran

Klasifikasi dan Sangsi Point Pelanggaran

 

A.      PAKAIAN SERAGAM (PSAS)

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Tidak mengenakan PSAS secara lengkap (“badge” nama, lokasi, logo sekolah, ikat pinggang, lambang Osis) 5 point
2 Tidak menggunakan salah satu atau dua kelengkapan PSAS ((“badge” nama, lokasi, logo sekolah, ikat pinggang, badge Osis) 3 point
3 Kelengkapan PSAS tidak sesuai, baik  warna maupun model standar 3 point
4 Kelengkapan PSAS direkayasa, dengan model tidak standar atau tidak dijahit 3 point
5 Tidak menggunakan sepatu warna hitam dan model standar 3 point
 6 Tidak menggunakan topi PSAS pada saat upacara bendera 5 point
7 Tidak menggunakan Kaos kaki selain warna putih polos dengan ketentuan di atas mata kaki 3 point
8 Menggunakan rok pendek (perempuan) 6 point
9 Menggunakan celana ketat (laki-laki) 6 point
10 Memakai baju ketat (indies) 6 point
11 Kerudung / jilbab tidak sesuai dengan standar PSAS (warna putih bentuk segitiga) 6 point
12 Tidak memakai PSAS sesuai waktu dan peraturan (hari Senin, selasa dan  rabu seragam putih abu, hari kamis seragam batik, hari Jumat seragam takwa, hari sabtu seragam pramuka) 6 point
13 Di lingkungan sekolah memakai topi selain PSAS, jaket, sweater tanpa izin 6 point
14 Baju seragam tidak dimasukkan 3 point
B.      KEDISIPLINAN

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Pada jam pelajaran olah raga berada di dalam kelas, atau di kantin tanpa alasan 5 point
2 Memakir kendaraan tidak pada tempatnya 5 point
3 Petugas piket tidak melaksanakan kebersihan kelas 6 point
4 Tidak mengerjakan tugas kurikuler dari guru 7 point
5 Membuang sampah tidak pada tempatnya 5 point
6 Memakai dan menggunakan WC untuk guru dan karyawan tanpa izin 7 point
7 Meninggalkan kegiatan belajar, tanpa seizin guru yang bersangkutan atau piket 5 point
8 Terlambat masuk 10 menit ketika pergantian jam pelajaran atau setelah istirahat 8 point
9 Tidak mengikuti upacara bendera 8 point
10 Terlambat masuk sekolah lebih dari 06.45 9 point
11 Izin lebih dari tiga hari berturut-turut atau lima hari dalam satu bulan 5 point
12 Makan, minum, bersolek, main game, menggunakan HP saat KBM 9 point
13 Tidak mengikuti ceramah keagamaan, atau kegiatan keagamaan (ESQ)

10 point

14 Bolos sekolah (tidak masuk pada jam pelajaran tertentu)

10 point

15 Menggangu ketenangan belajar (ngobrol, membuat onar)

10 point

16 Tidak masuk belajar tanpa keterangan (alpa)

13 point

17 Sakit lebih dari 3 hariatau 5 hari dalam satu bulan tanpa keterangan tertulis dari orang tua atau dokter

13 point

18 Melakukan kecurangan dalam ujian, ulangan dan atau hasil tes ujian (menyontek, merubah jawaban dan hasil tes)

15 point

19 Membawa kendaraan tidak sesuai dengan ketentuan (menggunaka knalpot racing)

15 point

C.       PERBUATAN DAN PRILAKU  DI DALAM DAN DI LUAR LINGKUNGAN SEKOLAH SELAMA MENGGUNAKAN IDENTITAS SEKOLAH

No

KLASIFIKASI PELANGGARAN

SANKSI

1 Memakai gelang kaki bagi siswa putri 6 point
2 Memakai salah satu atau lebih asesoris seperti gelang kaki, gelang tangan, kalung, anting bagi siswa putra 6 point

3

Menggunakan salah satu atau lebih kosmetik (lipstick, eyeshadow, eyeliner, blush on) 6 point

4

Membawa dan menggunakan walkman atau alat musik lainnya selama berlangsung KBM 6 point
 5 Menggunakan HP saat KBM 6 point

6

Membawa, menggunakan atau membawa media yang mengandung unsur pornografi, pornoaksi  dan SARA 6 point

7

Rambut laki-laki menyentuh kerah, telinga, alis dan acak-acakan 8 point

8

Rambut dicat warna-warni, dipotong dengan model yang tidak sesuai dengan status pelajar 9 point

9

Membawa benda yang dapat membahayakan diri dan orang lain di luar kepentingan pembelajaran 9 point

10

Berperilaku, berkata, berbuat yang menimbulkan perselisihan

13 point

11

Mencoret-coret dinding, meja, kursi dan barang milik sekolah lainnya

15 point

12

Membawa rokok di lingkungan sekolah

15 point

13

Siswa putri menggunakan lebih dari satu anting

15 point

14

Berbuat asusila, seperti berciuman, berpelukan.

50 point

15

Bertato di bagian anggota badan yang terlihat

30 point

16

Sengaja merusak barang milik sekolah

30 point

17

Membawa media elektronik yang mengandung unsur pornografi (film porno dalam CD, HP, note book)

30 point

18

Berperilaku dan ucapan kotor terhadap kepala sekolah, guru karyawan dan caraka

30 point

19

Merokok di sekolah

50 point

20

Berkelahi di dalam sekolah

50 point

21

Masuk Genk motor terlarang atau terlibat dalam organisasi terlarang

100 point

22

Membawa alat kontrasepsi yang tidak berhubungan dengan tugas mata pelajaran

50 point

23

Mengganti, merusak nilai rapor atau Lembar Hasil Belajar (LHB)

50 point

24

Melakukan tindakan kriminalitas (mencuri, merampas, menggunakan benda berbahaya)

100 point

25

Membawa Miras

50 point

26

Menggunakan Miras

100 point

27

Membawa Narkoba (zat adiktif dan psikotropika)

100 point

28

Menggunakan Narkoba (zat adiktif dan psikotropika)

200 point

29

Melakukan tindakan kriminal terhadap Kepala sekolah , guru, karyawan dan caraka

200 point

30

Hamil

200 point

30

Menghamili

200 point

31

Menikah

200 point

32

Menghilangkan buku saku jumlah point pelanggaran

100 point

33

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi nomor 2 (orang tua dipanggil), maksimal  2 kali

50 point

34

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi no 3 (wajib lapor selama satu bulan)

75 point

35

Tidak mematuhi bentuk hukuman atau sangsi no 5 (siswa mutasi ke kelas lain selama 1 bulan)

100 point

36

Mencemarkan nama baik sekolah

200 point

 

No

Jumlah  Point

Bentuk Hukuman / Sangsi

1

25-49

Siswa di beri peringatan atau teguran oleh wali kelas

2

50-74

Orang tua dipanggil

3

75-99

wajib lapor selama 1 bulan

4

100-149

Siswa dimutasi ke kelas lain selama 1 bulan

5

150-174

Siswa dimutasi ke kelas lain dan wajib lapor selama 1 bulan

6

175-199

Siswa tidak naik kelas (kls X-XI)Siswa tidak lulus/tidak tamat (kls XII)

7

> 200 l

Siswa dikembalikan ke orang tua

KETENTUAN PELAKSANAN

  1. Pemberian point diberikan oleh setiap guru atau komponen sekolah yang melihat pelanggaran dilakukan siswa pada buku saku siswa, disahkan dengan stempel point
  2. Buku saku point pelanggaran dikumpulkan oleh wali kelas setiap hari
  3. Buku saku dikembalikan wali kelas pada siswa hari senin

II.      PRESTASI dan PENGHARGAAN

Reward diberikan kepada siswa yang berprestasi baik akademis maupun non akademis; dengan ketentuan sebagai berikut;

  1. Bagi siswa yang berprestasi akademis predikat juara umum angkatan per semester, diberi piagam penghargaan dan dibebaskan biaya Komputer selama 2 bulan
  2.  Bagi siswa yang berprestasi peringkat 1,2 dan 3 di kelas masing-masing, diberi piagam penghargaan dari sekolah
  3. Bagi siswa yang berprestasi di luar lingkungan sekolah, baik akademis maupun nonakademis, maka siswa dibebaskan biaya computer, yaitu;
  4. Peringkat pertama tingkat Kota, bebas biaya komputer selama tiga bulan
  5. Peringkat pertama tingkat Provinsi, bebas biaya computer selama enam bulan
  6. Peringkat pertama tingkat Nasional, bebas biaya computer selama satu tahun

III.       KETENTUAN KEBERSIHAN KELAS (dikordinasi wali kelas)

  1. Setiap kelas melengkapi sarana kebersihan seperti: sapu, lap tangan, tempat cuci tangan guru, tempat menyimpan alat-alat tulis seperti spidol dan penghapus
  2. Di depan kelas dilengkapi dengan tempat sampah organik dan kertas, serta pot bunga sebanyak tiga buah tiap kelas
  3. Untuk meningkatkan kompetensi bidang kebersihan kelas, dilakukan lomba kebersihan yang dilakukan setiap satu bulan sekali dan setiap semester. Pelaksana program penilaian kelas diselenggarakan oleh wakasek sarana dan prasarana, untuk lomba bulanan diumumkan pada saat upacara hari senin, dan penilaian satu semester, merupakan akumulasi penilaian setiap bulan diumumkan pada akhir semester
  4. Wali kelas mengontrol kebersihan kelas minimal satu minggu sekali
  5. Siswa yang menjadi petugas piket kebersihan, baik kelas pagi maupun kelas siang, membersihkan ruangan kelas sepulang sekolah, diawasai atau diingatkan oleh guru Mapel jam terakhir.

IV.   KEDISIPLINAN GURU

  1. Guru wajib memiliki empat kompetensi guru (kompetensi; pedagogi, sosial, kepribadian dan profesionalisme)
  2. Bagi guru berstatus PNS, wajib hadir lima hari dalam satu minggu
  3. Apabila dalam keadaan terpaksa berhalangan hadir, guru meminta izin ke kepala sekolah secara tertulis, atau secara lisan yang ditindaklanjuti dengan keterangan tertulis. Apabila ada kelas, maka guru bersangkutan wajib menitipkan tugas pada guru piket untuk dikerjakan siswa dalam bentuk tugas yang mengembangkan proses berpikir (bukan mencatat atau merangkum)
  4. Pakaian dinas disesuaikan dengan ketentuan yang telah disepakati (hari senin seragam linmas, hari selasa seragam pemda, hari rabu PDH bebas atau kemeja berdasi bagi bapak guru, hari kamis seragam batik, hari jumat pakaian muslim atau kemeja berdasi bagi laki-laki, hari sabtu pakaian pramuka)
  5. Guru wajib hadir 15 menit sebelum masuk kelas
  6. Menandatangani daftar hadir
  7. Guru wajib mengisi agenda kelas dan mencatat peristiwa yang dilakukan siswa diluar batas kewajaran
  8. Tidak meninggalkan kelas pada saat PBM dan tidak mengeluarkan siswa sebelum waktunya.
  9. Disiplin wali kelas:

9.1  Mengetahui dan memahami tugas dan fungsi wali kelas sebagai:

  1. Wali orang tua dan wakil kepala sekolah di lingkungan kelasnya
  2. Bertanggung jawab dalam membina kepribadian dan budi pekerti
  3. Membantu mengembangkan kecerdasan
  4. Menjembatani atau sebagai penghubung antar siswa dengan guru Mapel dan pihak sekolah

9.2  Mengetahui nama, jumlah dan identitas peserta didik

9.3  Mengetahui kehadiran peserta didiknya setiap hari di kelas

9.4  Mengetahui dan memahami permasalahan yang dihadapi peserta didik (pribadi, sosial, ekonomi dll) serta mengambil tindakan dalam menyelesaikan masalah (solusi)

9.5  Melaksanakan penilaian prilaku siswa

9.6  Memperhatikan prestasi siswa yang berkaitan dengan nilai buku raport kenaikan kelas, ujian sekolah atau ujian nasional

9.7  Memperhatikan kesehatan, keamanan da kesejahteraan anak didik

9.8  Menginventaris sarana/prasarana yang ada di kelasnya

9.9  Membina suasana kekeluargaan

9.10          Koordinasi dengan guru BK

9.11          Membuat laporan kepada kepala sekolah

Ditetapkan di   : Bandung

Tanggal            : 15 Januari 2013

Mengetahui:

Kepala Sekolah  

 

 Yanyan Supriatna, RS., S.Pd

NIP. 19640215 198903 1 010

Ketua POKJA K3S 


Drs. Sarip Rustandi, M.M

NIP. 19650102 199512 1 002

                        KELOMPOK KERJA K3S SMAN 27 BANDUNG

Penanggung Jawab     : Kepala Sekolah

Yanyan Supriatna, RS., S.Pd

Ketua                           : Drs. Sarip Rustandi, M.M.

Sekertaris                    : Dra. Ida Suciati

Bendahara                  : Sri Subandiah, S.Pd.

Anggota                       : Heti Aisah, M.Pd.

Dra. Rita Rosita

Rosita, S.Pd.

Juli Andayani, S.Pd.

Sujana, S.Ag

Hermansyah

 

DAFTAR GURU DAN PEGAWAI SMA NEGERI 27 BANDUNG

No

Nama

Jabatan

Tanda Tangan

1

Yanyan Supriatna RS., S.Pd

Kepala Sekolah

2

Drs. Dadang Hudan Djatnika

Guru

3

Mulihardy, S.Pd., MM

Guru

4

Drs. Bambang Siswo Pambudi

Guru

5

Dra. Ellis Rokayah, MM

Guru

6

Agus Suherman, S.Pd

Guru

7

Drs. Dadang Darmawan

Guru

8

Drs. Sarip Rustandi, MM

Guru

9

Drs. Nuryana Saefudin, M.Si

Guru

10

Dra. Hj. Kartia Kurniati

Guru

11

Mohammad Hasan, S.Pd

Guru

12

Dra. Nina Robiana

Guru

13

Dra. Yeni Yuliani

Guru

14

Dra. Hj. Nunung Farida, M.Si

Guru

15

Drs. Deden Ruhendi

Guru

16

Dra. Rita Rosita

Guru

17

Dra. Euis Herlina

Guru

18

Rosita, S.Pd

Guru

19

Rinawati, S.Pd

Guru

20

Irma Winar Kurniati, S.Pd

Guru

21

Drs. Suryaman

Guru

22

Sri Subandiah, S.Pd

Guru

23

Hj. Heti Aisah, S.Pd., M.Pd

Guru

24

Ida Suciati Mandirisari, S.Pd

Guru

25

Novida Hermiyanti, A.Md

Guru

26

Rachmawati, S.Pd

Guru

27

Asep Suhada, S.Pd

Guru

28

Drs. Asep Ruhiyat

Guru

29

Drs. Dadang Hendayana

Guru

30

Iskandar Mirza, S.Pd

Guru

31

Dra. Hj. Tri Harwanti

Guru

32

Aas Nasrullah, S.Pd

Guru

33

Hj. Rengky Meliani, S.Pd

Guru

34

Sri Noviyani Tresnawati, M.Pd

Guru

35

Yana Rohana, S.Pd

Guru

36

Deden Mulyadi, S.Pd.I

Guru

37

Neneng Lely, S.Pd

Guru

38

Wati Rachmawati, S.Pd

Guru

39

Ineu Widiani, S.Pd

Guru

40

Anna Ruliana, S.Pd.

Guru

41

Indah Lestari, S.Pd

Guru

42 Yunus Suhendar, S.Pd

Guru

43

Kuswari, S.Pd

Guru

44

Pitri Agustina, S.Pd

Guru

45

Dra. Tati Setiawati

Guru

46

Raden Siti Rukiah Rahayu, M.Ag

Guru

47

Prida Lusiawati, S.Pd

Guru

48

Fifit Fitriani, S.S

Guru

49

Junaedi Abdullah, S.Ag.

Guru

50

Sujana, S.Ag.

Guru

51

R. Rahmi Lasmiati, S.Sos.

Guru

52

Winda Kartika, S.Pd.

Guru

53

Erlin Herlina, S.Pd

Guru

54

Agung Setiadi, M.Si

Guru

55

Drs. Dadang Darmawan

Guru

56

Mahyar, S.Pd

Guru

57

Diani Novia Dewi, S.Pd., MM

Guru

58

Dadan Sukandar, S.Psi

Guru

59

Rika Hernaningsih

Guru

60

Eko Agung Maulana, S.Psi

Guru

61

Syariffudin, S.Pd

TU

62

Emma Hermawati, SE

TU

63

Dipta Aulia Putra M.

TU

64

Umar Fajar

TU

65

Rakhma Diana

TU

66

Fatimah Sari Asih, S.Sos.I

TU

67

Oktaviana Kurniaputra, S.Kom

TU

68

Asep Wahyudin

Caraka

69

Arifin

Caraka

70

Sulaeman

Caraka

71

Iwan Sanusi

Caraka

72

Nanang Rohiman

Caraka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s